December 4, 2007

Eksim di Puting Susu Sukar Sembuh, Curiga Kanker Payudara

Tanya :

Dokter, saya seorang wanita umur 35 tahun, bersuami, anak dua. Saya punya penyakit seperti ekzim di kulit sekitar puting susu payudara kiri saya ,sudah dua tahun. Saya sudah berobat kemana-mana, minum obat, diberi salep bahkan disuntik. Tetapi tidak pernah sembuh-sembuh. Saya jadi heran dan setengah putus asa.

Apakah penyakit saya itu ada kemungkinan kanker dok ?

Terima kasih atas jawaban dokter.

Sari, Pontianak

Jawab :

Ny. Sari, seperti pada tulisan saya sebelumnya, bahwa tumor payudara ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor ganas itulah yang disebut kanker,. Bila tumor ganas ditemukan di payudara, maka penyakit itu adalah kanker payudara.

Gejala kanker secara umum adalah berbentuk benjolan atau disebut "Type Solid" (padat) dimana hampir 80 - 90 % dari seluruh jenis kanker akan memberikan gejala berupa benjolan. Sisanya yang 10 - 20 % gejalanya tidak berupa benjolan, misalnya pada kanker darah leukemia. Pada kasus penyakit ibu, gejalanya adalah adanya sakit kulit seperti ekzim di puting susu dan didaerah "areola" yaitu daerah warna kulit kecoklatan atau kehitaman di sekitar puting susu. Tentunya bila itu adalah penyakit kulit biasa, seperti halnya ekzim atau penyakit kulit biasa lainnya seperti jamur, infeksi, alergi, dengan diobati memakai obat-obat kulit akan sembuh.

Tetapi pada kasus ibu setelah dua tahun diobati terus menerus, tidak sembuh-sembuh, tentunya harus dipikirkan penyakit lain, salah satunya adalah penyakit keganasan atau kanker. Pada kanker payudara, adalah jenis kanker type solid dimana hampir 90 - 95 % gejalanya adalah berupa benjolan. Bila kanker sudah menyerang ke kulit payudara, gejalanya bisa berupa borok di kulit payudra (di luar daerah puting susu dan areola), bisa berupa kulit kemerahan, bisa juga timbul benjolan kecil-kecil di kulit payudara.

Selain itu kanker payudara dapat juga memberikan gejala berupa keluarnya cairan tidak normal berwarna kemerahan pada puting susu, dan bisa juga berupa kelainan kulit seperti ekzim yang tidak sembuh-sembuh di sekitar puting susu (areola).

Gejala penyakit ini awalnya adalah adanya kulit berwarna kemerahan (erythema) di kulit sekitar puting susu. Bila tanpa pengobatan, kulit mengalami erosi, lalu menjadi borok, kadang disertai adanya cairan baik berwarna bening atau kekuningan, dan dapat disertai dengan krusta atau keropeng. Dapat disertai adanya rasa gatal, nyeri. Diagnosis pasti tentunya dengan cara biopsi pada kelainan tersebut dan diperiksa di Patologi. Pengobatannya adalah dengan pengangkatan payudara yang terkena penyaktit Paget ini, jadi bukan hanya ekzim di kulit areola dan puting susunya saja yang diangkat. Hal ini disebabkan bahwa penyebab kankernya terdapat di saluran kelenjar payudara bagian dalam, jadi harus diangkat semuanya supaya tidak terjadi kekambuhan.

Pada kasus ibu, sebaiknya ibu berobat ke dokter, untuk ditegakkan diagnois pasti dulu dengan dilakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan dari luka seperti eksim tersebut bisa dengan jarum halus atau operasi kecil, kemudian jaringan contoh tersebut diperiksakan ke bagian patologi anatomi utuk dipastikan jenis patologi anatomi jaringan tersebut. Bila ternyata benar penyakit ibu adalah kanker payudara jenis penyakit Paget, tentunya payudara ibu harus dioperasi diangkat payudara kirinya.

Pelajaran dari kasus ini adalah, bahwa bila diantara para pembaca khususnya para wanita, mempunyai keluhan ada luka berupa seperti eksim di daerah putting susu yang tidak sembuh-sembuh dengan pemakaian obat, maka sebaiknya l;ebih waspada dan segeralah periksakan ke dokter, supaya dapat cepat diketahui penyebab penyakitnya, sehingga dapat segera diobati. Bila ada yang ingin ditanyakan atau ingin konsultasi hubungi HP 081522553534 atau ke Pontianak Post.

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 24, 2007

Benjolan Pada Payudara Pria

Masalah :

Begini aku laki-laki mempunyai benjolan di puting payudara kalau dipegang sedikit nyeri atau ini perasaanku saja atau memang nyeri karena kekhawatiranku aja. Benjolan ini hanya sebesar 1cm atau lebih kecil. Aku sendiri punya beberapa benjolan seperti daging di leher dan dibelakang telinga yang besarnya sama dengan yang di puting payu dara, tetapi menurut orang tuaku itu tidak bermasalah dan selama ini tidak ada tanda-tanda sakit atau membesar hanya saja sering berpindah-pindah. Aku punya riwayat ibu aku pernah mengidap penyakit kanker payudara. Aku sendiri punya penyakit kulit yang susah sembuh, tiap obatnya habis akan kambuh lagi. Penyakit kulitku itu seperti ada lapisan kedua yang bening pada kulit yang luka, dan tiap digaruk akan bertambah lebar. Sampai saat ini aku masih minum obat anti alergi seperti mexon dan dextamine, obat itu aku beli sendiri diapotik dan aku meminumnya dalam waktu lebih dari 8 bulan. Pertanyaan saya :

1. Apa benjolan di payudara saya itu termasuk kanker, jika iya bagaimana menyembuhkannya dan dokter mana yang disemarang yang bisa menanganinya ?

2. Apa ada hubungannya minumobat terus menerus dengan benjolan di payudara saya.

3. Bagaimana menyembuhkan penyakit kulit saya, saya sendiri tidak mau terus terusan minum obat agar penyakit kulit saya tidak kambuh. terimakasih atas perahatian dokter.

Wahyu, 23 tahun 

Jawaban :

Halo Wahyu,

Mohon maaf apabila jawaban ini sangat terlambat, mudah-mudahan Wahyu saat ini sudah memeriksakan diri ke dokter. Namun begitu semoga jawaban ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang lain yang mungkin mengalami hal serupa dengan Wahyu.

Betul sekali, pria juga rentan terkena kanker payudara, seperti yang pernah dibahas di Mediasehat (http://www.mediasehat.com/utama09.php). Tanda-tandanya pun hampir sama dengan kanker payudara pada wanita, berupa benjolan pada payudara, puting yang melunak atau bahkan bernanah.

Sebetulnya, saat teraba ada benjolan, ada baiknya langsung diperiksakan ke dokter, dokter umum pun bisa, nanti dokter tersebut akan memberikan rujukan jika dicurigai benjolan tersebut adalah kanker. Apalagi Wahyu punya riwayat orang tua menderita kanker payudara. Karena pada beberapa penyakit, termasuk kanker, genetika bisa memberikan kontribusi. Semakin cepat terdeteksi, akan semakin besar kemungkinan untuk sembuh. Sedangkan benjolan di leher dan belakang telinga, biasanya adalah pembesaran kelenjar tiroid. Umumnya tidak berbahaya, hanya saja jika terlalu mengganggu, benjolan tersebut bisa dihilangkan dengan cara operasi.

Untuk masalah pada kulit, kemungkinan besar bukan alergi, karena setelah 8 bulan Wahyu minum obat alergi, toh penyakit itu tidak hilang. Alergi biasanya akan hilang begitu mengkonsumsi obat alergi. Kemungkinan besar itu adalah semacam eksim, dan eksim tidak dapat diobati dengan antialergi. Periksakan eksim Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, karena obat-obatan untuk eksim biasanya golongan hormon steroid yang tidak boleh digunakan tanpa aturan pemakaian dari dokter.

Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi Anda.

Salam dari Mediasehat!

 

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 9, 2007

Alergi Tiap Pukul 4 Sore

Masalah :

   Dokter Ryan, dada  dan leher saya gatal  tiap pukul empat sore, selama 3 tahun ini .  Setelah ke dokter, dan dilakukan tes  ternyata  saya  alergi kedelai.    Setelah diberi obat, saya sembuh, namun setahun kemudian kambuh lagi. Dokter Ryan, bagaimana caranya supaya saya nggak kambuh lagi.

Maysita – Jakarta Selatan

 
Jawaban :

   Anda   berbakat alergi. Orang berbakat alergi tidak hanya terhadap satu jenis makanan saja. Kendati hasil tes alergi menunjukkan hanya itu, saya kira Anda alergi pula terhadap bahan lain yang tidak terdeteksi oleh tes alergi.

   Tidak semua orang berbakat alergi. Alergi yang paling umum  dan sering, terhadap debu rumah, produk laut, obat-obatan tertentu dan kosmetik. Ada juga yang rentan  terhadap metal tali arloji atau gelang, bahan kulit, kalung atau giwang.

   Kita membedakan reaksi alergi menjadi dua bagian besar. Alergi sistemik jika reaksi menyeluruh pada tubuh. Dan Alergi Kontak, alergi terjadi engan kontak langsung dengan kulit.  Alergi sitemik terjadi, setelah  minum obat golongan penicillin, makan udang, kepiting atau    disuntik obat tertentu, gatal-gatal muncul diseluruh kulit tubuh, di muka dan kaki.  Ini akibat  reaksi alergi dalam darah beredar keseluruh tubuh, tidak pilih-pilih tempat hanya pada kulit bagian tertentu saja.  

   Alergi  kontak, terjadi bila  kulit alergi  ketika memakai alorji dengan bahan tertentu,sehingga timbul gatal.  Reaksi alergi sistemik yang menyeluruh pada tubuh bisa ringan, sekedar biduran saja, bisa juga hebat berupa lenting-lenting sampai lepuh-lepuh. Alergi kontak umumnya cuma berupa gatal yang karena saking lamanya sering berkembang menjadi eksim yang terbatas dilokasi tempat bahan yang bikin alergi itu berkontak dengan kulit. Kalau sebab tali arloji, gatal dan eksimnya sebatas kulit pergelangan tangan saja.

   Pada kasus ibu,terbatas didada dan leher, harus dicurigai kalau itu suatu alergi kontak dan bukan alergi sistemik akibat mengkonsumsi makanan, minuman atau obat-obatan tertentu.

   Apa penyebab bahan alergi kontaknya, ibu sendiri yang bisa melacaknya. Coba diamati, setiap setelah pukul 4 sore kebiasaan ibu mengenakan pakaian (daster, T shirt, BH) dari bahan apa? Ada orang yang tak tahan dengan pakaian dan jenis bahan nilon. Atau setiap setelah pukul 4 sore, apakah ibu memakai bedak merek tertentu yang selama 4 tahun ini menjadi kebiasaan, atau hand body, lotion, minyak wangi, deodorant, atau obat gosok yang dibalurkan hanya pada kulit sekitar dada dan leher?

   Semua kebiasaan memakai bahan yang sama setiap setelah pukul 4 sore itu yang selama 3 tahun terakhir inilah yang perlu ibu amati. Setelah itu ditemukan, dengan menjauhkan bahan atau kebiasaan itu, serangan alergi yang biasa ibu alami bisa dihilangkan. Tanpa menemukan faktor pencetus alergi yang hadir setiap setelah pukul 4 sore, alergi tak akan pernah sirna.

   Obat anti alergi tak menyembuhkan bakat alergi, melainkan meredakan reaksi alergi yang terlanjur muncul. Untuk meniadakan agar alergi tidak sampai muncul, factor pencetus alergi pada diri ibu itulah yang harus dijauhkan. Jangan lupa, kosmetik, termasuk odol, obat kumur, obat sapuh rambut dan lipstick juga yang selain bereaksi dimulut, bibir, bisa menjalar kedada dan leher juga.

   Saya menduga ada kebiasaan tertentu yang ibu lakukan setiap setelah pukul 4 sore. Daster, T-Shirt, selain bahannya, jika tak dibilas sempurna masih menyisakan air sabun (deterjen) disekitar lingkar leher dan dada, seperti bayi yang badannya acap gatal-gatal akibat popok yang dicuci dentgan deterjen yang tidak dibilas sempurna. Orang yang alergi terhadap bahan deterjen bukan sedikit. Eksim dikaki yang selalu kumat sehabis mencuci baju (tradisional dengan menggilas) dengan deterjen, contohnya, khas pada kulit tangan atau kaki (“eksim ibu rumah tangga”).

   Banyak wanita yang tak tahan terhadap bahan BH yang gatal-gatal muncul disekitar tali BH khas menjalar sampai kekulit dada juga. Mungkin selama dirumah (setelah pukul 4 sore) ibu memakai BH rumah merek tertentu yang bahannya ibu tak tahan. Coba ibu amati kembali. Kecermatan mengamati factor pencetus yang akan membebaskan ibu dari alergi yang saya tahu sungguh menjengkelkan.

   Memang ada gatal semacam itu yang sering menyerang wanita menjelang memasuki masa menopause (masa dimacterium : beberapa tahun pramenepouse).

 
Dr. Ryan Thamrin  
  
Sumber : Wanita Indonesia

Permalink • Print • Comment

May 3, 2008

Ada Benjolan Kanker di Payudara Tidak Nyeri,Mengapa Bisa Menyebar ke Paru?

Tanya :

Dokter, ibu saya, 52 tahun, ada benjolan di payudara kirinya yang baru diketahui sekitar 6 bulan. Sudah diperiksa ke dokter, dilakukan pemeriksaan tusuk jarum dan USG, dan foto paru dan dikatakan oleh dokter, penyakit ibu saya adalah kanker payudara stadium 4 dan sudah menyebar ke paru-paru. Yang membuat saya dan ibu saya heran, benjolan itu tidak pernah terasa sakit, sehingga ibu merasa tidak punya penyakit. Lalu mengapa tiba-tiba bisa menyebar ke paru-paru dan divonis kanker payudara?

Apakah ibu saya masih dapat diobati? Apakah memang kalau kanker itu itu tidak ada gejala rasa sakit? Apa gejala utama penyakit kanker? Bagaimana caranya supaya dapat mengenal gejala-gejala penyakit kanker? Tolong dijawab dok. Terimakasih.

Ima, Pontianak

Jawab:

Benjolan dalam bahas kedokteran disebut tumor . Tumor adalah penyakit pertumbuhan sel. Ada dua jenis tumor yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor ganas disebut kanker.

Tumor bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja , karena semua tubuh terdiri dari sel-sel. Tumor bisa tumbuh dari ujung kepala sampai ujung kaki dan dari kulit hingga sumsum tulang. Bila menyerang sel di kulit , disebut tumor kulit, bila mengenai payudara disebut tumor payudara.

Tumor digolongkan menjadi tumor solid dan tumor non solid. Tumor solid artinya tumor yang secara klinisnya berbentuk padat berupa benjolan, Sedangkan tumor non solid tidak berbentuk benjolan. Tumor atau kanker non solid misalnya kanker darah atau leukemia. Hampir 80-90 persen tumor dan kanker adalah tumor solid.

Karena itu gejala awal dari tumor dan kanker solid adalah berupa adanya benjolan. Sementara kanker non solid tidak diketahui gejala awalnya dan tidak dirasakan oleh penderita, kecuali dengan pemeriksaan laboratorium khusus.

Tumor dan kanker payudara termasuk jenis tumor solid, jadi gejala awalnya adalah berupa benjolan. Selain berupa benjolan , gejala kanker payudara lainnya dapat berupa adanya borok yang tidak sembuh-sembuh menyerupai eksim pada putting susu. Bisa juga adanya keluar cairan darah dari puting susu.

Sangat jarang sekali atau hampir tidak pernah kanker payudara stadium awal menyebabkan rasa sakit pada payudara tersebut.

Karena tidak pernah menyebabkan rasa sakit, maka penderita sering lengah dan menganggap bahwa penyakit itu tidak apa-apa, dianggapnya pembesaran kelenjar payudara biasa. Makanya seringkali penderita kanker payudara datang berobat ke dokter sudah dalam keadaan yang terlambat yaitu stadium lanjut, sehingga mengakibatkan pengobatan menjadi lebih sulit, biaya lebih mahal dengan harapan sembuh yang semakin kecil.

Bila tumor payudara letaknya agak di permukaan dekat ke kulit, penderita biasanya akan dapat merabanya sendiri dengan pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) ataupun secara tidak sengaja saat mandi. Biasanya setelah meraba ada benjolan, akan timbul pertanyaan apakah itu tumor atau kanker.

Benjolan pada payudara yang bersifat jinak, pertumbuhannya lambat, artinya ukurannya relatif menetap untuk jangka waktu yang lama dan bisa tahunan. Sementara tumor ganas atau kanker, pembesarannya relatif cepat, dimana dalam waktgu singkat ukuran tumor makin cepat membesar.

Ciri-ciri suatu benjolan pada payudara yang mengarah pada penyakit kanker antara lain , benjolan cepat membesar, permukaan kulit payudara berubah menjadi seperti kulit jeruk, kadang ada diantara bagian kulit payudara yang terlihat cekung ke arah dalam, puting susu yang tertarik ke arah dalam, keluar darah dari puting susu, ada luka seperti eksim yang tidak sembuh-sembuh. Semua gejala tersebut tidak disertai rasa sakit,ataupun gatal.

Rasa sakit bisa dirasakan pada pada kanker payudara yang sudah menyebar jauh seperti ke tulang terutama tulang belakang sehingga menyebabkan tulang keropos dan menimbulkan rasa sakit pada daerah tulang tersebut dan sekitarnya. Juga pada kanker payudara yang menyebar ke liver.

Untuk memastikan suatu benjolan di payudara itu jinak atau ganas, harus diperiksakan ke dokter ahlinya. Faktor resiko yang menuntun suatu benjolan pada payudara adalah ganas atau kanker, antara lain : usia penderita diatas usia 35 tahun , belum menikah, bila menikah tidak mempunyai anak, bila mempunyai anak tidak disusui ASI, menarche atau mendapat haid pertama kali pada usia lebih muda dibanding biasanya, menopause atau berhenti haid pada usia yang lebih tua dari biasanya. Selain itu adanya faktor keturunan kanker payudara pada keluarga sedarah terutama ibu kandungnya. Faktor resiko lainnya , adanya benjolan yang cepat membesar.

Bila menderita adanya benjolan pada payudara sebesar apapun dan memiliki faktor resiko seperti itu, maka lebih baik bersikap lebih waspada dan segera periksakan diri ke dokter, supaya cepat ditangani. Jangan menunggu adanya rasa sakit beru berobat. Karena rasa sakit bukan gejala utama kanker , bahkan kanker payudara stadium lanjutpun sering tidak ada rasa sakit.

Penanganannya adalah dengan pemeriksaan oleh dokter ahli, akan diketahui kearah tumor payudara jinak atau ganas. Kemudian dilakukan berbagai pemeriksaan , dan terutama biopsy tumor dan pemeriksaan histopatologi (PA) untuk memastikan tumor itu jinak atau ganas. Selain itu diperiksa rontgent paru , USG liver untuk menentukan stadium kanker tersebut.

Pengobatan tumor dan kanker payudara tergantung pada jenis penyakitnya saat ditangani. Bila tumor jinak , maka hanya benjolannya saja yang diangkat dan payudaranya tetap utuh dan tidak ada pengobatan lanjutan sesudahnya.

Bila tumor ganas atau kanker, pengobatannya dapat berupa operasi pengangkatan kanker dan payudaranya serta kelenjar ketiaknya sekaligus, kemoterapi, radioterapi atau terapi hormon. Seringkali berupa terapi kombinasi diantara pengobatan tersebut, tergantung stadium berapa saat awal diobati. Untuk stadium empat , pengobatannya berupa kemoterapi .

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 / 05617535262 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak .

Dr. Yusuf Heriady SpB SpBonk

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

May 5, 2008

Tidak Pernah Sakit,Terkena Kanker Payudara?

Tanya:

Dokter, saya wanita umur 46 tahun, pada payudara kiri saya ada benjolan sebesar telur ayam, yang saya ketahui sudah 6 bulan dan tidak ada rasa sakit. Saya periksakan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan tusuk jarum, hasilnya saya dikatakan mengidap kanker payudara. Saya heran padahal saya tidak pernah merasa sakit pada benjolan tersebut, mengapa bisa jadi kanker payudara ? Apa benar dok ? Padahal badan saya sehat dan tidak pernah mengeluh sakit. Tolong dijelaskan dok, biar saya tidak bingung dan ragu. Terimakasih.

( Ny. Indri, Pontianak).

Jawab:

Benjolan dalam bahasa kedokteran disebut tumor. Tumor adalah penyakit pertumbuhan sel. Ada dua jenis tumor yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor ganas disebut kanker.

Tumor bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja, karena semua tubuh terdiri dari sel-sel. Tumor bisa tumbuh daru ujung kepala sampai ujung kaki dan dari kulit hingga sumsum tulang. Bila menyerang sel di kulit, disebut tumor kulit, bila mengenai payudara disebut tumor payudara.

Tumor digolongkan menjadi tumor salid dan tumor non solid. Tumor solid artinya tumor yang secara klinisnya berbentuk padat berupa benjolan, Sedangkan tumor nonsolid tidak berbentuk benjolan. Tumor atau kanker nonsolid misalnya kanker darah atau leukemia. Hampir 80-90 persen tumor dan kanker adalah tumor solid.

Karena itu gejala awal dari tumor dan kanker solid adalah berupa adanya benjolan. Sementara kanker non solid tidak diketahui gejala awalnya dan tidak dirasakan oleh penderita, keculai dengan pemeriksaan laboratorium khusus.

Tumor dan kanker payudara termasuk jenis tumor solid, jadi gejala awalnya adalah berupa benjolan. Selain berupa benjolan, gejala kanker payudara lainnya dapat berupa adanya borok yang tidak sembuh-sembuh menyerupai eksim pada puting susu. Bisa juga adanya keluar cairan darah dari puting susu.

Sangat jarang sekali atau hampir tidak pernah kanker payudara stadium awal menyebabkan rasa sakit pada payudara tersebut.

Karena tidak pernah menyebabkan rasa sakit, maka penderita sering lengah dan menganggap bahwa penyakit itu tidak apa-apa, dianggapnya pembesaran kelenjar payudara biasa. Makanya seringkali penderita kanker payudara datang berobat ke dokter sudah dalam keadaan yang terlambat yaitu stadium lanjut, sehingga mengakibatkan pengobatan menjadi lebih sulit, biaya lebih mahal dengan harapa sembuh yang semakin kecil.

Bila tumor payudara letaknya agak di permukaan dekat ke kulit, panderita biasanya akan merabanya baik secara sadara dengan pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) ataupun secara tidak sengaja saat mandi. Biasanya setelah meraba ada benjolan, akan timbul pertanyaan apakah itu tumor atau kanker.

Benjolan pada payudara yang bersifat jinak, pertumbuhannya lambat, artinya ukurannya relatif menetap untuk jangka waktu yang lama dan bisa tahunan. Sementara tumor ganas atau kanker, pembesarannya relatif cepat, dalam waktu singkat ukuran tumor makin cepat membesar.

Ciri-ciri suatu benjolan pada payudara yang mengarah pada penyakit kanker antara lain, benjolan cepat membesar, permukaan kulit payudara berubah menjadi seperti kulit jeruk, kadang ada diantara bagian kulit payudara yang terlihat cekung ke arah dalam, puting susu yang tertarik ke arah dalam, keluar darah dari puting susu, ada luka seperti eksim yang tidak sembuh-sembuh. Semua gejala tersebut tidak disertai rasa sakit, ataupun gatal.

Rasa sakit pada kanker payudara terjadi pada stadium lanjut terutama stadium tiga dan empat, kanker sudah demikian besar atau sudah menyerang kulit payudara sehingga kulit payudara menjadi tegang atau timbul borok dan perdarahan, yang dapat disertai rasa sakit.

Selain itu ,rasa sakit bisa dirasakan pada pada kanker payudara yang sudah menyebar ke tulang terutama tulang belakang sehingga menyebabkan tulang keropos dan menimbulkan rasa sakit pada daerah tulang tersebut dan sekitarnya. Juga pada kanker payudara yang menyebar ke liver.

Untuk memastikan suatu benjolan di payudara itu jinak atau ganas, harus diperiksakan ke dokter ahlinya. Faktor resiko yang menuntun suatu benjolan pada payudara adalah ganas atau kanker, antara lain: usia penderita di atas usia 35 tahun, belum menikah, bila menikah tidak mempunyai anak, bila mempunyai anak tidak disusui ASI, menarche atau mendapat haid pertama kali pada usia lebih muda dibanding biasanya, menopause atau berhenti haid pada usia yang lebih tua dari biasanya. Selain itu adanya faktor keturunan kanker payudara pada keluarga sedarah terutama ibu kandungnya. Faktor resiko lainnya, adanya benjolan yang cepat membesar.

Bila menderita adanya benjolan pada payudara sebesar apapun dan memiliki faktor resiko seperti itu, maka lebih baik bersikap lebih waspada dan segera periksakan ke dokter, supaya cepat ditangani. Jangan menunggu adanya rasa sakit baru berobat. Karena rasa sakit bukan gejala utama kanker, bahkan kanker payudara sering tidak ada rasa sakit.

Penanganannya adalah dengan pemeriksaan oleh dokter ahli, akan diketahui kearah tumor payudara jinak atau ganas. Kemudian dilakukan berbagai pemeriksaan, dan terutama biopsy tumor dan pemeriksaan histopatologi (PA) untuk memastikan tumor itu jinak atau ganas, bisa dengan pemeriksaan tusuk jarum atau biopsi.

Pengobatan tumor dan kanker payudara tergantung pada jenis penyakitnya saat ditangani. Bila tumor jinak, maka hanya benjolannya saja yang diangkat dan payudaranya tetap utuh dan tidak ada pengobatan lanjutan sesudahnya.

Bila tumor ganas atau kanker, pengobatannya dapat berupa operasi pengangkatan kanker dan payudaranya serta kelenjar ketiaknya sekaligus, kemoterapi, radioterapi atau terapi hormon. Seringkali berupa terapi kombinasi diantara pengobatan tersebut, tergantung stadium berapa saat awal diobati. Untuk stadium tiga, pengobatannya berupa kemoterapi atau radioterapi dulu kemudian operasi lalu dilanjutkan kemoterapi atau terapi hormon.

Untuk Ibu Indri, benjolan di payudara ibu sudah dilakukan pemeriksaan PA tusuk jarum dan dinyatakan kanker, dan hal ini dapat dipercaya. Selanjutnya ibu harus mengikuti anjuran dokter yang menangani ibu. Jadi tidak harus menunggu adanya rasa sakit di payudara ibu baru kemudian ibu mau diobati. Ingat dalam pengobatan kanker yang terpenting adalah deteksi dini dan pengobatan kanker yang pertama harus yang terbaik, penanganan lebih cepat akan lebih baik.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268/05617089720 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl. AR Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999.

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak. (*)

 

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment