K-Touch B830 Vs Sony Ericsson K220i Vs Motorola W218 Kelengkapan fitur bukanlah parameter utama dalam memilih produk ponsel. Isu durabilitas alias ketahanan dan aspek ergonomis pun layak jadi pertimbangan konsumen. Langkah ini cukup bijaksana, dalam menyikapi serbuan ponsel vendor baru yang makin gencar. K-Touch menambah panjang daftar portofolio ponsel Cinayang mengadu nasib di pasar Indonesia. Maklum, sebelumny asudah ada Kozi, D-One dan CECT,yang menjajal peruntungannya dikelas berbeda. Lewat produknyaB830, K-Touch berusaha menawarkan sesuatu yang ‘segar’ dan orisinal.Agar lebih seru, PULSA mencoba menyandingkan ponsel besutan Beijing Tianyu Communication Equipment ini dengan ponsel baru kreasi vendor lain, dengan kisaran harga relatif setara. Maka pilihan jatuh pada Sony Ericsson K220i dan Motorola W218.
Disain Ketiga ponsel ini menyuguhkan disain seragam, yakni batang (candybar). Hanya, K-Touch B830 tampil dengan bodi lebih membulat hingga lebih nyaman digenggam.Konsep B830 terasa glamor, akibat hadirnya balutan material mengkilap bernuansa logam. Sayangnya, bak pedang bermata dua konsep casing seperti ini mudah kotor oleh ulah sidik jari, khususnya pada bagianlayar.Berbeda dengan K-Touch, fi sikW218 dan K220i jauh dari sentuhan inovasi. Tampilannya mirip serilama: Motorola W208/W209 danSony Ericsson K200i. Meski begitu,dibandingkan B830 material koverdua ponsel ini lebih solid dan kokoh.Komposisi dan alokasi tombol alfanumerik ketiganya pun terbilang apik. Hanya, susunan tuts B830 terlampau rapat, dengan bidang pembatas minim. Imbasnya,membikin repot kala dipakai mengetik, terutama bagi yang berjempol besar.
Layar dan Antarmuka Dengan harga beda tipis, ketiga ponsel ini mempertontonkan kualitas layar berlainan. K-Touch mampu unjuk yang terbaik. Gambar serta beragam ikon menu sanggup tertampil tajam, jernih dan kayaakan warna. Maklum, displaynya berupa LCD TFT 262.144 warna berdiagonal 1,8 inci.Sebaliknya, Sony Ericsson K220i tampil paling mengecewakan. Disisi harga ponsel blasteran Swedia-Jepang ini memang ekonomis,namun sebatas menyuguhkan display STN 65.536 warna. Resolusil ayar pun kedodoran untuk ukuran display 1,6 inci. Akibatnya, tampilan jendela komunikasinya terkesan takj ernih dan kasar.Bagi yang sudah familiar dengan ponsel pemula Sony Ericsson dan Motorola, pasti tak kaget dengan tampilan interface K220i dan W218.Ya, komposisi menunya bisa dibilang identik. Termasuk ikon-ikon menu yang setia menemaninya.Nah, untuk K-Touch terlihat berbeda. User interface B830 tampil atraktif dengan aksen menu yang ceria. Ikon-ikonnya tercatat lebih realistis dan ‘menyegarkan’. Jadi tak bikin cepat bosan.K-Touch B830 mampu mengeksekusifi le mp3, aac, m4a maupun wave sebagai nada dering. Lebih unggul dibanding K220i dan W218 yang maksimal sebatas mendukung file midi untuk ringtone.


Adu Fitur Unggulan Kamera Hadirnya kamera di ponsel ‘murah’merupakan point tersendiri.Beruntung ketiga ponsel ini sudah dilengkapi alat potret. Malahan,K-Touc B830 memanjakan calon penggunanya lewat kamera 1,3megapiksel. Bandingkan dengan dua pesaingnya, yang sekadar dibekali kamera VGA.Fasilitas seting kamera lanjutan disediakan oleh B830. Cukup komplit, termasuk lampu fl ash untuk kondisi pemotretan minim cahaya.Motorola pun menyajikan fi tur optimalisasi ini, hanya masih sangat standar. Parahnya, sarana utak-utik kamera tidak ditemui di K220i,persis kasus di K200i.Saat dijajal untuk pemotretan indoor dan outdoor, hasil foto1280×1024 piksel K-Touch terlihat‘lumayan’. Bahkan lebih baik dari hasil potret kamera Kozi CG-001ataupun D-One D388.Cuma masih kalah tajam ketimbang hasil kamera K220i yang berukuran 640×480 piksel. meski begitu,dimensinya lebih besar hingga lebih siap kala dicetak seukuran kartu pos.Satu hal mengecewakan dari Motorola W218, yakni tak melengkapkan satupun sarana koneksi guna mentransfer foto kekomputer/PC. Termasuk fasilitas sederhana MMS. Jadi hasil foto kamera W218 hanya bisa dinikmatidi layar ponsel.Kamera K-Touch bisa difungsikan merekam video, tak seperti dua rivalnya. Format videonya adalah3gp dan mpeg-4 (176×144 piksel),dengan durasi yang bisa diset unlimited sesuai kapasitas memori tersisa. Hadirnya kamera di ponsel ‘murah’merupakan point tersendiri.Beruntung ketiga ponsel ini sudah dilengkapi alat potret. Malahan,K-Touc B830 memanjakan calon penggunanya lewat kamera 1,3megapiksel. Bandingkan dengan dua pesaingnya, yang sekadar dibekali kamera VGA.Fasilitas seting kamera lanjutan disediakan oleh B830. Cukup komplit, termasuk lampu fl ash untuk kondisi pemotretan minim cahaya.Motorola pun menyajikan fi tur optimalisasi ini, hanya masih sangat standar. Parahnya, sarana utak-utik kamera tidak ditemui di K220i,persis kasus di K200i.Saat dijajal untuk pemotretan indoor dan outdoor, hasil foto1280×1024 piksel K-Touch terlihat‘lumayan’. Bahkan lebih baik dari hasil potret kamera Kozi CG-001ataupun D-One D388.Cuma masih kalah tajam ketimbang hasil kamera K220i yang berukuran 640×480 piksel. meski begitu,dimensinya lebih besar hingga lebih siap kala dicetak seukuran kartu pos.Satu hal mengecewakan dari Motorola W218, yakni tak melengkapkan satupun sarana koneksi guna mentransfer foto kekomputer/PC. Termasuk fasilitas sederhana MMS. Jadi hasil foto kamera W218 hanya bisa dinikmatidi layar ponsel.Kamera K-Touch bisa difungsikan merekam video, tak seperti dua rivalnya. Format videonya adalah3gp dan mpeg-4 (176×144 piksel),dengan durasi yang bisa diset unlimited sesuai kapasitas memori tersisa.

Fasilitas Hiburan Ponsel K-Touch mengunggulkan audio player dan video player sebagai sarana utama pelipur lara.Sementara, Motorola dan Sony Ericsson mengandalkan radio FM.Pemutar musik B830 leluasa memainkan musik mp3, wav danaac. Tanpa headset, output suaranya terdengar mono dan pecah meski nyaring. Maklum, K-Touch B830 tak menyisipkan loud speaker eksternal.Hanya ada peaker tunggal yang berlaku pula sebagai earpiece. Saat dijajal via hedset, alunan lagunya terasa lebih mantap. Hanya, lepasan suara terdengar ‘dalam’. Walau demikian bisa diperbaiki lewa tfasilitas equaliser yang tersedia.Asyiknya, player lagu ponsel Cina ini sudah multitasking dan bisa menyalurkan musik ke headset Bluetooth yang kompatibel.Di sisi lain, keluaran suara radio FM Sony Ericsson K220i terdengar lebih jernih dan enggelegar ketimbang radio Motorola. Hal ini tak lepas dari dukungan headset berkualitas (HPM-61) yang disertakan dalam paket penjualan K220i. Radio K220i juga mendukung fasilitasRDS (Radio Dispaly System), yang memungkinkan menampilkan informasi nama artis, album ataupun judul trek.
Java Sony Ericsson K220i dan Motorola W218 tak dijejali teknologi Java.Imbasnya, dua ponsel ini tak bisa disisipi game/aplikasi berbasis java.Lain dengan ponsel K-Touch yang siap disuntikkan game/aplikasi java.Baik via download internet ataupunlewat transfer ari PC. Hanya,game yang bisa diisi tak bisa segala macam mengingat K-Touch B830 tak mendukung teknologi JVM (JavaVirtual Machine).
Konektivitas K-Touch B830 unggul di sektor port koneksi. Ada Bluetooth v2.0 (A2DP)dan kabel data. Kinerja Bluetoothnya tak ‘segarang’ Bluetooth ponsel Nokia maupun Sony Ericsson, tapi kinerjanya bisa diandalkan. Motorola W218 paling pelit, dengan tak melekatkan satupun kanal ‘ngobrol’engan piranti lain.Kemampuan internet K-Touch pun setingkat diatas K220i. Wajar,mengingat B830 sudah menggandengteknologi GPRS class 12 danWAP 2.0/xHTML. Akselerasi saat membuka halaman wap/xhtml relatif cepat dan tabil
Fitur Unik Fitur eksklusif ini banyak dijumpaidi K-Touch B830. Diantaranya adalah game motions yang memungkinkan kita bermain game dengan menggoyang-goyangkan ponsel. Kitapun bisa menggonta-ganti tampilan wallpaper dengan aksi serupa.Ada lagi, yaitu fitur ealth. Yang berisi aplikasi tentang penilaian berat tubuh dan siklus menstruasi.
Baterai Terlihat dari box spesifikasi,kapasitas baterai K-Touch B830paling kecil yakni 600 mAh.Padahal, fitur boros energi ponsel ini berlimpah. Akibatnya, sekali charging baterai K-Touch hanyabisa bertahan maksimal 1,5 hari.Bandingkan dengan baterai Motorola W218 dan Sony Ericsson K220i yang bisa diajak standby 2 hingga 3hari. Untuk sekali charging, dalam pemakaian normal.
Sumber : Tabloid Pulsa.co.id