Tidak sia-sia rasanya menunggu berlama-lama kehadiran perangkat PDA yang memenuhi kebutuhan di era yang serba cepat ini. Perangkat yang menjadi idaman bagi orang-orang sibuk yang tidak ingin lepas dari hubungan dengan para kolega, tetapi juga sekaligus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan yang sangat urgen.
Salah satu komponen yang sangat penting diperhatikan ketika memilih sebuah PDA (personal digital assistant) adalah kecepatan akses dengan jaringan, apakah itu melalui hotspot (WiFi) ataupun jaringan seluler. Bagaimanapun PDA lebih difungsikan untuk menggantikan komputer dengan mobilitas tinggi dan bebas dari koneksi kabel.
Ketika Moto Q versi GSM pertama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Moto Q8 dilepas di pasaran sudah cukup menumbuhkan harapan. Apalagi dengan bentuk fisiknya yang kecil dan tipis tidak seperti pada umumnya PDA, sehingga dengan mudah bisa disimpan di dalam saku seperti layaknya sebuah ponsel biasa.
Harapan terhadap penyempurnaan, terutama dalam hal konektivitas, muncul dengan hadirnya Moto Q9h, sebuah ponsel PDA yang bentuknya sangat mirip dengan pendahulunya dan selalu dibanding-bandingkan dengan PDA Blackjack dari Samsung. Kecepatan akses memang terasa sekali bedanya dengan versi pendahulunya ataupun jenis-jenis ponsel PDA lain yang sudah mengadopsi akses nirkabel pita lebar.
Dengan kartu SIM khusus untuk akses ke internet melalui koneksi nirkabel broadband dapat dibedakan dengan jelas, mana koneksi 3G biasa dan mana yang sudah HSDPA (high-speed downlink packet access) atau 3,5G. Dengan 3G biasa akan mendapatkan akses downlink sekitar 300 kbps (kilobit per detik) dan dengan 3,5G bisa menarik data maksimal 3,6 Mbps (megabit per detik) yang dalam kenyataannya bisa mendapat 1 Mbps sudah sangat bagus.
Dengan SIM Matrix khusus untuk mengakses internet dari Indosat segera ponsel PDA ini memberikan pilihan mengakses broadband. Dalam keadaan siaga, maka hanya tanda 3G yang tampak. Namun ketika digunakan untuk mengakses sebuah alamat, tanda 3G akan berubah menjadi H atau HSDPA.
Berbeda jika mempergunakan SIM biasa, sebut saja kartu Halo dari Telkomsel yang juga digunakan dalam percobaan ini. Tanda 3G tidak berubah menjadi H ketika digunakan untuk mengakses dan kecepatan menarik data juga dapat dirasakan menjadi lebih lambat.
Jenis PDA yang tebalnya hanya 11,8 mm ini tidak memiliki akses ke hotspot, tetapi sebagai perangkat yang juga digunakan sebagai ponsel jaringan seluler lebih fleksibel. Akan lebih baik memang kalau dilengkapi dengan sarana transceiver WiFi, ketika berada di dalam sebuah mal bisa dialihkan ke hotspot.
Akan lebih gila lagi apabila bisa mengakses WiMAX yang sekarang izin operasionalnya belum diberikan dan bahkan tender untuk frekuensi WiMAX bergerak juga dibatalkan. WiMAX disebut-sebut sebagai generasi keempat komunikasi nirkabel.
Pentingnya kecepatan
Kecepatan saluran telekomunikasi menjadi sangat penting, karena keterbatasan PDA yang lebih mementingkan unsur ringan dan mobilitas tingginya. Mengingat tidak mungkin mencangkokkan prosesor berkecepatan tinggi seperti halnya pada laptop, apalagi desktop.
Meski dengan prosesor TI OMAP 2420 dan 96MB RAM cukup memadai untuk pekerjaan yang menuntut kesegeraan dan jaringan HSDPA sangat membantu. Selain juga karena dilengkapi dengan aplikasi penyunting dokumen yang memungkinkan untuk mengedit presentasi saat dalam perjalanan.
Ketika Kompas mencoba menggunakan untuk mengirimkan berkas berita dan foto sangat mudah dilakukan selama terhubung dengan HSDPA. Harapan besar ke depan tinggal meningkatkan akses uplink, tentu ini sangat bergantung pada jaringan, selain kemampuan ponsel ini sendiri.
Dari ponsel dengan keyboard QWERTY yang dirancang khusus ini bisa mencari daftar alamat global atau global address list (GAL) yang tersimpan di dalam exchange server perusahaan. Ini berarti bisa mencari nomor telepon atau alamat e-mail tanpa harus menyimpan langsung di dalam memori ponsel. Sinkronisasi alamat, kalender, dan e-mail dari Microsoft Outlook dengan direct push technology dengan exchange server.
Sekalipun demikian, ponsel bersistem operasi Windows 6.0 ini juga sudah dilengkapi dengan memori flash internal sebenar 256 MB, selain masih ada slot untuk memori eksternal berupa microSD yang kapasitasnya bisa mencapai 2 GB. Dengan kedua jenis memori ini, ponsel bisa menyimpan hingga 1.000 lagu dan 10 jam video (MPEG4).
Kemampuan lain adalah instant messaging (IM), e-mail, blog atau bahkan Facebook, semua dapat diakses sambil menikmati musik, foto dan video favorit. Selain itu juga push e-mail, browsing internet dengan cepat, men-download musik dengan kecepatan tinggi, video streaming, dan casting. Pengguna bisa men-download sebuah lagu hanya dalam waktu enam detik tanpa komputer.
Sensor cahaya di depan dan belakang membuat pengaturan kekuatan cahaya pada LCD menjadi lebih akurat. Meski demikian, kenyamanan sedikit terpengaruh, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa mempergunakan Moto Q8 ataupun jenis ponsel BlackBerry, di mana Q9h mengganti roda navigasi pada posisi "kuping" kiri dengan tiga tombol, yaitu tombol atas, enter, dan bawah.
CrystalTalk
Sebagai perangkat yang lebih lebar daripada ponsel biasa membuat perusahaan ponsel itu juga melengkapi dengan sarana komunikasi suara yang praktis. Produk terbaru yang mengiringinya adalah headset Bluetooth H12, sebuah Bluetooth headset dengan speaker eksternal terkecil ini membuat pengguna tidak perlu merogoh ponsel ketika ada panggilan masuk.
Yang unik dari headset 12 gram yang nyaris tidak terasa ketika dikalungkan di telinga ini sudah dilengkapi dengan teknologi CrystalTalk. Dengan teknologi ini membuat pengguna dengan mudah bisa menerima suara dari pemanggilnya meski berada di sebuah tempat yang sangat ramai.
Dengan kemampuan menangkap sinyal Bluetooth dari PDA sejauh sekitar 10 meter, headset ini memiliki baterai isi ulang (tidak bisa diganti) yang bisa bertahan dalam keadaan siaga selama delapan hari atau sekitar 5,5 jam untuk bicara.
Aksesori lain adalah headset berteknologi stereo nirkabel Bluetooth (A2DP dan AVRCP). Dengan alat ini, pengguna dapat menikmati audio dan suara dengan kualitas premium melalui headset stereo Bluetooth dan menerima panggilan masuk pada saat yang bersamaan dengan hanya menekan satu tombol saja.
Sarana ini akan semakin menambah kenyamanan dalam menikmati hiburan, terutama musik-musik digital pada saat sedang menunggu. Ponsel ini mampu memperdengarkan musik digital dalam format AMR NB, AMR WB, MWA, MP3, AAC, AAC+, eAAC+, WAV, maupun MIDI. (AW SUBARKAH)
Sumber : KCM