October 24, 2007

Nokia, Motorola, Qisda akan Keluarkan Ponsel Wimax Tahun 2008

Nokia, Motorola dan Qisda atau BenQ, ke 3 produsen ini akan mengeluarkan produk WiMAX CPE (customer premise equipment) untuk 2008. Informasi tersebut didapat dari Industri Wimax Taiwan.

Motorola mungkin memimpin dengn CDMA/WiMAX dual mode handphone awal pertengahan kuartal 2008. Nokia akan mengeluarkan Internet Tablet untuk dukungan Wimax diperiode yang sama

Motorola memiliki bagian pengembangan di Taiwan, memperluas produksinya dengan memasukan teknologi WiMAX. Dan pusat Motorola akan menyediakan fasilitaw testing bagi para partner mereka seperti Wimax CPE.

Qida diperkirakan lebih dahulu merelease versi EDGE /  Wimax dual mode handphone sebelum akhir 2008. Model awal dari modifikasi BenQ E72 Smartphone. BenQ belum ada rencana  memasuki model Wimax CPE.

Pengembangan Wimax modul saat ini diproduksi dari chip buatan Runcom dan RF dari NXP semiconductor.

Sumber : ketok.com

 

Permalink • Print • Comment

November 13, 2007

Qualcomm: Wimax Tidak Lebih Bagus dari 3G

 

NEW YORK - Teknologi WiMAx yang disebut-sebut sebagai teknologi paling mutakhir abad ini ternyata dianggap tidak memiliki kualitas yang lebih baik daripada 3G. Pernyataan ini diungkapkan CEO Qualcomm, Paul Jacobs.

Menurutnya, solusi internet nirkabel WiMax diprediksi akan kalah saing dengan kemampuan teknologi generasi ke-3. Bahkan pamornya pun akah kalah dengan 3G. Jacobs mengkritik kualitas layanan dan koneksi jaringan WiMax yang ada saat ini.

"Jaringan WiBro, versi WiMax yang ada di Korea Selatan, sepertinya telah menjadi kesalahan yang fatal di daerah tersebut. Menurut saya kualitasnya masih lebih bagus teknologi nirkabel 3G WCDMA yang digunakan AT&t. Ia mampu menyediakan koneksi internet yang ;ebih cepat dan lebih berkualitas," ujar Jacobs, seperti dilansir Cellular News, Jumat (9/11/2007).(srn)

Sarie Novian - Okezone

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 22, 2007

Wimax Setara dengan 3G

 

PORTLAND - Persaingan wimax dan 3G rupanya harus berhenti sampai di sini karena baru-baru ini ITU menetapkan wimax setara dengan teknologi 3G. Hal ini dikarenakan ITU merupakan teknologi yang berasal dari standar IMT-2000.

Keputusan memasukkan wimax sebagai bagian dari teknologi IMT-2000 ternyata mampu memberikan perkembangan teknologi yang lebih global. Khususnya antara frekuensi 2,5 sampai 2,69 Ghz, yang biasa digunakan untuk menghantarkan komunikasi di wilayah pedalaman dan luar. IMT-2000 sendiri merupakan standar global ITU yang menggambarkan radio interface dari komunikasi nirkabel yang lebih maju.

IMT-2000 dibangun untuk mengharmonisasikan sistem seluler generasi ketiga dan meningkatkan kesempatan bagi interoperabilitas seluruh dunia. Dengan demikian menjadi telah menjadi bagian dari salah satu teknologi IMT-2000 lainnya.

Menurut ITU, Wimax masuk dalam kategori teknologi Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA). Teknologi IMT-2000 lainnya adalah Frequency Division Multiple Access (FDMA), Time Division Multiple Access (TDMA), dan Code Division Multiple Access (CDMA).

"Keputusan ITU ini secara tidak langsung memungkinkan ekosistem wimax memberikan keuntungan skala ekonomi yang lebih besar. Teknologi ini mampu mengurangi beban biaya untuk menghantarkan layanan nirkabel broadband termasuk voip," ujar President Wimax Forum, Ron Resnick, seperti dilansir PC Magazine, Senin (22/10/2007). (sar)

WiMax Pengganti Wi-fi?

TORONTO - Sebagian pengguna internet menganggap layanan wireless indentik dengan wi-fi. Disinyalir perkembangan penggunaan teknologi WiMax akan menggantikan teknologi wi-fi yang sudah ternama tersebut.

"Masih banyak yang harus diselesaikan untuk implementasi WiMax. Satu-satunya alasan perkembangan wi-fi adalah tersedianya perangkat yang dilengkapi dengan teknologi ini, bahkan jumlahnya mencapai ratusa ribu," ujar Norm Bogen, Direktur Penelitian Jaringan dari In-Stat. Bahkan ia menambahkan bahwa pengembangan jaringan wi-fi sangat memakan waktu dan biaya karena nantinya juga akan tergantikan oleh WiMax. Teknologi wireless yang memiliki jangkauan lebih luas dan kecepatan yang lebih dibanding wi-fi.

Selain Norm, masih banyak analis yang beranggapan sama namun banyak juga yang tidak menyetujui pendapat tersebut karena investasi pembangunan wi-fi lebih murah dibanding WiMax. Bahkan ada juga yang berpendapat keduanya masih akan tetap berjalan dengan fungsi yang saling melengkapi.

"Wi-fi sangat ideal untuk koneksi nirkabel indoor, walaupun kekuasaan wi-fi akan berakhir 5 tahun ke depan dan digantikan dengan Wi-Max namun banyak pengguna yang akan masih membutuhkan wi-fi karena biayanya yang murah dan koneksi jangka pendek yang cocok untuk komuter,"  ujar salah seorang ahli seperti dilansir PCWorld, Minggu (5/8/2007). (sar)

Sarie Novian

Sumber : Okezone

Permalink • Print • Comment

October 17, 2007

Chip Intel Mobile WiMax untuk Ponsel Nokia

 

HELSINKI - Intel telah berhasil memenangkan tender pengadaan chip mobile WiMax untuk Nokia. Vendor ponsel asal Finlandia tersebut akan membuat perangkat semiconductor yang fokus di internet.

Dilansir MSNBC,  perangkat tersebut berupa internet tablet WiMax pertama yang menggunakan chip Intel. Nokia akan meluncurkannya pada pertengahan tahun 2008 nanti. Mobile WiMax merupakan standar jaringan wireless super cepat yang diharapkan mampu mendukung akses internet lima kali lebih cepat dibanding jaringan biasa.

Intel meraup sukses cukup besar dalam bisnis chip ponsel. Bahkan beberapa waktu belakangan mereka berhasil menjual chip selular tersebut kepada Marvell untuk dukungan koneksi wi-fi. Sebelum Intel, beberapa perusahaan tercatat masih menjabat sebagai suplier untuk chip Nokia. Misalnya Texas Instrument, STMicroelectronic, Broadcom dan Infineon.

Intel saat ini sedang menguji interoperabiliti antara silicon WiMax "Baxter Peak", untuk laptop dan perangkat internet lainnya, dengan perangkat WiMax Nokia dan infrastruktur WiMax Nokia Siemens Network (NSN). Intel, Nokia dan NSN telah mulai mengujinya dengan menggunakan laboratorium Sprint Nextel di Herndon, Virginia. (sar)

Intel Munculkan Platform Next-Gen di Ponsel

SAN FRANSISCO – Dalam Intel Developer Forum, Intel memperkenalkan platform baru di ponsel bernama Menlow. Ini merupakan platform kembangan dari Moorsetown yang dapat digunakan untuk perangkat mobile.

Nantinya Menlow akan digunakan untuk platform ponsel dari vendor mitra Intel seperti Hitachi, Fujitsu, LG, NEC, Toshiba, Panasonic, Samsung, dan Lenovo. LG dan Samsung merupakan vendor yang terkenal dengan produk ponselnya sedangkan mitra lainnya lebih terkenal sebagai produsen PC.

Intel sendiri merupakan vendor penyedia chipset terbesar di dunia. Misalnya saja prosesor Xscale yang digunakan dalam Palm Treo, Blackberry, dan iPaq. Namun kemudian mereka menjual Xscale kepada Marvell pada tahun 2006 yang membenamkan platform tersebut dalam produk UMPC mereka.

Menlow dan Moorestown memiliki konsumsi tenaga yang rendah tidak seperti chip X86. Chip baru ini dapat digunakan pada ponsel dengan system operasi windows Vista dan ARM. Koneksi yang dimilikinya berupa wimax dan wifi serta jaringan 3G yang dilengkapi dengan koneksi internet total.
“Nantinya Menlow juga akan dipersenjatai dengan Adobe integrated Runtime (Apollo) yang memungkinkan adanya aplikasi flash, dan media playback lainnya dalam OS Linux, Windows, maupun Mac,” jelas Senior VP Intel Ultra Mobile, Anand Chandrasheker, seperti dilansir PC Magazine

Sumber : Okezone

 

 

 

 

Permalink • Print • Comment

December 7, 2007

Regulasi WiMAX diminta Siap Tahun Depan

Oleh Lahyanto Nadie

Vendor jaringan dan telekomunikasi Alcatel-Lucent menyatakan yakin bahwa Pemerintah Indonesia akan mengeluarkan regulasi mengenai teknologi wireless masa depan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) sehingga dapat dioperasikan di seluruh Tanah Air tahun depan.

"Saya kira tahun depan regulasinya sudah diatur sehingga WiMAX bisa dioperasikan," kata Dirk Wolter, VP Strategy & Business Development, South East Asia Alcatel-Lucent kepada Bisnis di Hong Kong kemarin.

Perkembangan teknologi, katanya, tak bisa dihindari dan akan terus mengalir ke Indonesia menyusul negara-negara maju lainnya. WiMAX merupakan koneksi nirkabel yang memiliki jangkauan arena lebih luas dari teknologi internet nirkabel seperti Wi-Fi dan mampu menghasilkan koneksi linier hingga 50 kilometer.

Secara teori, WiMAX dapat mengalirkan data hingga 70 Mbps.

Sat ini, katanya, perusahaannya tengah gencar melakukan riset dan pengembangan pada teknologi WiMAX dan dapat dioperasionalkan pada 16 negara sejak Januari tahun ini.

Selain itu, upaya ujicoba juga dilakukan di 70 negara lainnya.

Menurut dia, Taiwan adalah negara Asia yang menjadi pelopor penggunaan wiMAX melalui Chunghwa Telecom dan Mobilink Pakistan. Di belahan dunia lainnya adalah Karibia melalui ONEMAX, Chile (Telmex), Rusia (Synterra), Brazil (Brazil TTelecom), Jepang (Acca Networks), Jerman VSE NET dan Prancis yaitu SFR.

Negara lainnya yang segera menyusul adalah India, Bellsouth Amerika Serikat, Primus Kanada dan WiMAX Telecom, Australia, Slovakia dan Kroasia.

Untuk Indonesia, katanya, Alcatel-Lucent telah menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan operasional WiMAX termasuk untuk kebutuhan perangkat lokal. Dia juga menyatakan siap bersaing dengan vendor lain.

Saat ini pemerintah Indonesia melalui Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informasi tengah menggodok dan merancang regulasi WiMAX yang memungkinkan diterapkan di Tanah Air. (ln)

Sumber : Bisnis Indonesia

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 1, 2008

Malaysia Beli Wimax dari Indonesia


JAKARTA - Perangkat Wimax buatan lokal ternyata menarik minat vendor telekomunikasi di Malaysia. Bahkan mereka telah menyatakan minat untuk membeli perangkat hasil kembangan Indonesian Tower.

"Perangkat Wimax tersebut di antaranya berupa satu unit BTS, antena, dan CPE yang dikembangkan oleh Technology Research Group (TRG) sebagai salah satu unit bisnis Indonesian Tower," ujar Direktur Utama Indonesian Tower Sakti Wahyu Trenggono, yang juga Ketua Aspimtel, saat ditemui di sela acara Indonesia ICT Outlook 2008 di Hotel Nikko Jakarta, Kamis (31/1/2008).

Mercury Infocast, perusahaan teknologi asal Malaysia dikabarkan sebagai perusahaan pembeli perangkat Wimax lokal tersebut. Dalam keterangan pers di situs resmi mereka, perusahaan tersebut akan menjadi penyedia solusi Wimax 2.3 Ghz pertama di dunia jika mereka berhasil meyakinkan TRG untuk mau menjual perangkat tersebut kepada mereka.

Beberapa perangkat lain yang dikembangkan oleh TRG adalah solusi hardware, RF section, billing system, dan network management system yang berbasis pada Radius Authentication server dan memiliki kemampuan teknis, instalasi dan maintenance. Sistem tersebut memenuhi standar spesifikasi Wimax
802.16-2004 (16d) dan teknologinya mengacu pada teknologi yang dimiliki oleh Wavesat Canada dan diharapkan dapat mulai diproduksi pada kuartal kedua tahun 2008 ini. Sedangkan desain BTS dan CPE dapat diadaptasikan kepada frekuensi legal wimax apa saja.

Infocast sendiri menggunakan Wimax 16d ini untuk memberikan kemudahan broadband wireless dan layanan komunikasi ke wilayah pedalaman Malaysia.

Di Indonesia, perangkat-perangkat tersebut baru akan diluncurkan pada pertengahan Maret tahun ini. Namun tahap awal ini baru akan memperkenalkan perangkat tersebut untuk diuji coba langsung oleh para operator di Indonesia. Dan pada bulan Mei, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, perangkat ini akan langsung dikenalkan ke masyarakat, termasuk kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Trenggono berharap industri telekomunikasi lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sama halnya dengan industri lokal China yang sukses di wilayah sendiri berkat adanya dukungan pemerintah dan operator.

"Intinya kan kalau kita tidak percaya dengan kemampuan masyarakat kita sendiri, bagaimana negara lain mau percaya dengan kita," jelas Trenggono. (mbs)

Sumber : Okezone.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 29, 2007

Esia Huawei C2601 - Akhirnya Bisa Di-unlock!

huawei_mobile-8.jpgJAKARTA - Perdebatan panjang tentang unlock ponsel Esia-Huawei ternyata sudah terdengar cukup ramai. Beberapa anggota sebuah forum mengklaim mampu melepaskan jerat Esia dari ponsel murah Huawei ini.

Sebuah forum yang beredar di internet ramai membicarakan proses unlock di ponsel C2601 milik Huawei yang dibandrol Esia seharga 199.000 rupiah ini. Sebagian besar mereka mengaku telah berhasil meng-unlock ponsel tersebut bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengaku menyediakan jasa untuk meng-unlock C2601 dengan harga yang cukup terjangkau.

Sayangnya tidak banyak ahli unlock di forum tersebut yang berani secara terang-terangan mempublikasikan cara meng-unlock. Selain karena tidak banyak orang yang memiliki keahlian seperti mereka, kebanyakan dari para anggota forum tersebut pun masih khawatir dengan masalah 'keamanan' yang sempat terjadi pada kasus unlock Fren (Mobile-8) tahun lalu.

"Untuk proses unlock sudah banyak yang berhasil, tidak hanya di Jakarta tapi juga di luar kota. Untuk daerah Jakarta misalnya, di roxi pun sudah banyak yang bisa tapi semua pasti 'underground' alias sembunyi-sembunyi," tulis seorang anggota forum dengan kode nama JnJ, Senin (28/10/2007).

Menurut pengalamannya, para hacker yang berada di sentra penjualan handphone di Roxi itu tidak akan melayani pelanggan yang belum dikenalnya, meskipun biaya yang ditawarkan cukup besar. Bahkan para hacker akan mengaku kalau mereka tidak bisa meng-unlock ponsel tersebut. Semua penolakan itu hanya semata-mata untuk menjaga keamanan diri mereka.

"Jika sudah di-unlock, ingin pakai kartu apa saja juga bisa, entah flexi, StarOne maupun Fren, asal frekuensi yang berlaku pada kartu adalah 800 Mhz," tulisnya lagi di penghujung postingannya.

Tidak semua orang mengaku ingin melepaskan ponsel Huawei miliknya dari ketergantungan Esia. Kebanyakan dari mereka membeli ponsel tersebut karena memang ingin merasakan murahnya tarif yang ditawarkan Esia. (sar)

Sumber : okezone

Permalink • Print • Comment

October 23, 2007

4G/Next Generation Network, Operator & Tarif Seluler Murah

Jika dilihat sepintas, sepertinya operator seluler jor-joran menggelontor tarif murah untuk menelepon. Sepertinya mereka merupakan jutawan yang murah hati, mengobral tarif sampai hitungan satu perak, malah ada yang nol alias gratis.

Konsumen di Tanah Air terbuai, mereka anggap biaya menelepon-ria mereka saat ini sudah murah; atau, paling tidak, bisa tinggal pilih operator yang mau memberi harga termurah. Konsumen sepertinya tak sadar bahwa mungkin mereka berhak atas tarif yang lebih murah lagi. Konsumen mungkin juga banyak yang tidak mengerti bagaimana struktur tarif itu diciptakan, apalagi untuk bisa mengintip marjin keuntungan yang diraup dari setiap layanan mereka. Konsumen sudah happy!

Padahal masih ada celah bagi mereka untuk menikmati komunikasi dengan lebih nyaman lagi ketika tarifnya dipermurah oleh sang pemangku layanan. Murah dalam arti yang permanen, dan bukan sekadar tawaran promosi sesaat yang banyak klausul syarat dan ketentuannya. Tak heran jika ada beberapa pengamat, pakar, lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang sudah menggemakan seruan untuk menyelenggarakan telekomunikasi murah dan terjangkau untuk masyarakat. Ada yang bergerak pada tataran implementasi teknologi, ada yang menyoroti praktik kompetisi para operator.

4G Alih-alih 3G

Dalam soal adopsi teknologi yang paling efisien dan murah, dunia telekomunikasi Tanah Air menyimpan sebuah ironi. Ironi tersebut adalah adanya potensi tarif telekomunikasi murah justru datang dari generasi paling canggih dalam industri seluler, yaitu generasi keempat atau sering disebut 4G, namun implementasinya masih tertunda karena menunggu regulasi pemerintah. Sementara lisensi 3G sudah dibagikan kepada operator. Operator yang mendapatkannya pun kemudian segera menjualnya dengan harga layanan yang… mahal! Yang murah dihambat, yang mahal dibiarkan merajalela.

Potensi rendahnya biaya yang harus ditanggung oleh pengguna telepon jika mengaryakan tekonologi mutakhir ini diungkap oleh para pejuang telekomunikasi, terutama oleh Onno W Purbo. Onno aktif mengampanyekan penggunaan Next Generation Network (NGN) yang tergolong dalam teknologi 4G –yang notabene juga sudah mulai dikembangkan oleh operator seluler, yaitu XL– agar layanan seluler bisa berjalan di atas NGN tersebut.

NGN ini berbasis Internet dengan teknologi IPv6 (Internet Protocol versi 6), menyimpan fitur telepon via internet yang lebih canggih dibanding yang dulu dikenal dengan VoIP (Voice over Internet Protocol). Dulu VoIP hanya mampu melantarkan percakapan antara telepon rumahan (Public-Switched Telephon Network, PSTN) dengan telepon rumahan lainnya, atau bisa juga menggunakan terminal VoIP di komputer yang terjaring dalam Internet. Sekarang, dengan NGN, percakapan dari telepon seluler (ponsel) pun mampu dilewatkan NGN. Karena berbasis Internet, maka percakapan yang dilewatkan NGN ini jatuhnya lebih murah. Kelebihan IPv6 lainnya adalah bisa menyediakan nomor jauh lebih banyak. Sistem keamanan yang lebih baik dari versi sebelumnya, IPv4.

Untuk menghubungkan ponsel dengan jaringan NGN ini, ada dua pilihan utama, yaitu melalui WiFi (standar IEEE 802.11) dan WiMAX (standar IEEE 802.16). Dengan WiFi yang sudah banyak terdapat di berbagai spot di sekitar kita, kecepatan rata-rata bisa mencapai 11Mbps dan maksimum sekitar 54Mbps. Jauh lebih cepat dari teknologi 3G yang ada sekarang ini, yang kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 500Kbps.

Ada pula WiMAX (Worldwide Interoperability Mobile Access) yang jika diimplementasikan akan jauh lebih cepat dan lebih murah dibanding teknologi-teknologi komunikasi sebelumnya. Menurut Onno, kecepatan WiMAX maksimum sekitar 54Mbps, dan mampu untuk meng-cover sebuah kota atau Metropolitan Area Network (MAN). Yang terpenting dari teknologi WiMAX yang berstandar IEEE 802.16e ini adalah bahwa perangkatnya dapat dibawa bergerak (mobile) hingga kecepatan 200 km/jam. Dua kelebihan yang sangat membedakan IEEE 802.16 (WiMAX) dengan IEEE 802.11 (WiFi) adalah kemampuan WiMAX untuk membangun jaringan di sebuah kota dan kemampuan WiMAX untuk mobile pada kecepatan tinggi, jauh lebih tinggi daripada 3G. Sebagai catatan tambahan, saat ini dalam keluarga IEEE 802.16m terus dilakukan usaha untuk membuat kecepatan 100Mbps mobile (bergerak) dan 1 Gbps fixed wireless (posisi diam).

Bagaimana dengan investasi  untuk teknologi WiMAX ini? Pada tahun 2003-2004, base station WiMAX masih sekitar US$15.000. Namun, sekarang ini base station WiMAX sudah turun hingga harganya mencapai sekitar US$6000-an untuk fixed wireless. Memang untuk mobile wireless mungkin masih agak mahal sedikit.

Sebuah base station WiMAX dapat dengan mudah memberikan layanan pada 256 pelanggan. Jika dibandingkan dengan 3G, maka base station WiMAX ini jauh lebih murah. Jadi intinya, dari sisi investasi teknologi, WiMax jauh lebih murah dari 3G, dan dari sisi  performance jauh lebih baik daripada 3G.

Spektrum WiMAX juga lebih ekonomis dibanding 3G. Ongkos per Hertz-nya lebih murah 1000 kali lipat dibanding spektrum 3G. Ini menurut perusahaan riset Maradevis yang melaporkannya dalam “Spectrum Analysis - The Critical Factor in WiMAX versus 3G”.

Itulah mengapa permintaan untuk WiMAX lebih banyak. Lisensi yang diberikan untuk WiMAX berjumlah 1028, sementara untuk 3G hanya 276. Tahun 2006 lalu, Wimax Forum mencatat ada 720 lisensi WiMAX yang diberikan.

Amerika Utara saat ini merupakan wilayah yang paling banyak mengoleksi lisensi WiMAX dengan total 404. Sedangkan Eropa hanya mencatat 256 lisensi, Amerika Latin punya 162, Asia Pasific membukukan 135, dan Timur Tengah dan Afrika masih baru memiliki 71 lisensi.

Bukan hanya dari sisi investasi, namun dari sisi konsumen pun harga telekomunikasi akan menjadi melegakan. Menurut perhitungan Onno, dengan VoIP via WiMAX, maka biaya komunikasi bisa dipangkas banyak-banyak. Jika misalnya sebuah keluarga membayar biaya telepon 300 ribu rupiah sebulan, maka nanti akan bisa menjadi hanya 150 ribu per bulan dengan pemakaian sepuasnya. Bahkan sudah termasuk penggunaan untuk Internet!

Sumber : Pcplus

Permalink • Print • Comment

January 24, 2008

YouTube Rambah Pengguna HP


SAN FRANCISCO - Setelah sukses mendominasi dunia maya dengan website video online, YouTube kini dapat diakses via telepon seluler alias handphone.

Dengan koneksi internet via teknologi 3G, WiMAX, GPRS, dan sejenisnya, YouTube sudah dapat dinikmati dimanapun dan oleh siapapun yang mempunyai telepon seluler mulai Kamis (24/1/2008) ini.

Pengguna YouTube terlihat berbondong-bondong untuk mengupgrade telepon seluler mereka dengan teknologi generasi terbaru agar dapat menikmati lebih dari 10 juta video YouTube. YouTube memang sudah bisa diakses via telepon genggam sejak 2006, namun, hanya beberapa ribu video yang dapat dinikmati, tidak semuanya.

YouTube mengestimasi lebih dari 100 juta alat telekomunikasi yang akan mengakses layanan baru ini. Telepon seluler setidak-tidaknya harus mempunyai kemampuan streaming dan operator 3G.

Dengan layanan ini, YouTube memudahkan pengguna handphone untuk mengupload video mereka langsung, tanpa harus mentransfer data ke PC atau notebook. Dengan menginstall aplikasi "YouTube for Mobile" para pengguna hp dapat menikmati semua layanan mobile video YouTube, termasuk pengguna Sony Ericsson dan Nokia.

"YouTube tidak berencana mencetak uang lebih besar dengan layanan mobile service ini, itu bukan prioritas," ujar Product Manager YouTube Hunter Walk, yang dirilis AP, Kamis (24/1/2008). "Kami hanya ingin pelanggan video kami terbiasa untuk mengaksesnya via telepon genggam. Ini juga merupakan strategi kami agar pelanggan dapat sering melihat iklan," imbuhnya.

Kini, YouTube Mobil Service dapat diakses melalui http://m.youtube.com. Layanan ini ditawarkan ke 16 negara selain Amerika, dan juga dapat diakses dengan layanan 11 bahasa, yaitu Enggris, Jepang, Italia, Prancis, Spanyol, Belanda, Polandia, Portugal, China, Jerman, dan Rusia. (mbs)

Sumber : Okezone

Tags: ,
Permalink • Print • Comment

December 13, 2007

Ponsel PDA Moto Q9h - Selangkah Lebih Maju

Tidak sia-sia rasanya menunggu berlama-lama kehadiran perangkat PDA yang memenuhi kebutuhan di era yang serba cepat ini. Perangkat yang menjadi idaman bagi orang-orang sibuk yang tidak ingin lepas dari hubungan dengan para kolega, tetapi juga sekaligus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan ringan yang sangat urgen.

Salah satu komponen yang sangat penting diperhatikan ketika memilih sebuah PDA (personal digital assistant) adalah kecepatan akses dengan jaringan, apakah itu melalui hotspot (WiFi) ataupun jaringan seluler. Bagaimanapun PDA lebih difungsikan untuk menggantikan komputer dengan mobilitas tinggi dan bebas dari koneksi kabel.

Ketika Moto Q versi GSM pertama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Moto Q8 dilepas di pasaran sudah cukup menumbuhkan harapan. Apalagi dengan bentuk fisiknya yang kecil dan tipis tidak seperti pada umumnya PDA, sehingga dengan mudah bisa disimpan di dalam saku seperti layaknya sebuah ponsel biasa.

Harapan terhadap penyempurnaan, terutama dalam hal konektivitas, muncul dengan hadirnya Moto Q9h, sebuah ponsel PDA yang bentuknya sangat mirip dengan pendahulunya dan selalu dibanding-bandingkan dengan PDA Blackjack dari Samsung. Kecepatan akses memang terasa sekali bedanya dengan versi pendahulunya ataupun jenis-jenis ponsel PDA lain yang sudah mengadopsi akses nirkabel pita lebar.

Dengan kartu SIM khusus untuk akses ke internet melalui koneksi nirkabel broadband dapat dibedakan dengan jelas, mana koneksi 3G biasa dan mana yang sudah HSDPA (high-speed downlink packet access) atau 3,5G. Dengan 3G biasa akan mendapatkan akses downlink sekitar 300 kbps (kilobit per detik) dan dengan 3,5G bisa menarik data maksimal 3,6 Mbps (megabit per detik) yang dalam kenyataannya bisa mendapat 1 Mbps sudah sangat bagus.

Dengan SIM Matrix khusus untuk mengakses internet dari Indosat segera ponsel PDA ini memberikan pilihan mengakses broadband. Dalam keadaan siaga, maka hanya tanda 3G yang tampak. Namun ketika digunakan untuk mengakses sebuah alamat, tanda 3G akan berubah menjadi H atau HSDPA.

Berbeda jika mempergunakan SIM biasa, sebut saja kartu Halo dari Telkomsel yang juga digunakan dalam percobaan ini. Tanda 3G tidak berubah menjadi H ketika digunakan untuk mengakses dan kecepatan menarik data juga dapat dirasakan menjadi lebih lambat.

Jenis PDA yang tebalnya hanya 11,8 mm ini tidak memiliki akses ke hotspot, tetapi sebagai perangkat yang juga digunakan sebagai ponsel jaringan seluler lebih fleksibel. Akan lebih baik memang kalau dilengkapi dengan sarana transceiver WiFi, ketika berada di dalam sebuah mal bisa dialihkan ke hotspot.

Akan lebih gila lagi apabila bisa mengakses WiMAX yang sekarang izin operasionalnya belum diberikan dan bahkan tender untuk frekuensi WiMAX bergerak juga dibatalkan. WiMAX disebut-sebut sebagai generasi keempat komunikasi nirkabel.

Pentingnya kecepatan

Kecepatan saluran telekomunikasi menjadi sangat penting, karena keterbatasan PDA yang lebih mementingkan unsur ringan dan mobilitas tingginya. Mengingat tidak mungkin mencangkokkan prosesor berkecepatan tinggi seperti halnya pada laptop, apalagi desktop.

Meski dengan prosesor TI OMAP 2420 dan 96MB RAM cukup memadai untuk pekerjaan yang menuntut kesegeraan dan jaringan HSDPA sangat membantu. Selain juga karena dilengkapi dengan aplikasi penyunting dokumen yang memungkinkan untuk mengedit presentasi saat dalam perjalanan.

Ketika Kompas mencoba menggunakan untuk mengirimkan berkas berita dan foto sangat mudah dilakukan selama terhubung dengan HSDPA. Harapan besar ke depan tinggal meningkatkan akses uplink, tentu ini sangat bergantung pada jaringan, selain kemampuan ponsel ini sendiri.

Dari ponsel dengan keyboard QWERTY yang dirancang khusus ini bisa mencari daftar alamat global atau global address list (GAL) yang tersimpan di dalam exchange server perusahaan. Ini berarti bisa mencari nomor telepon atau alamat e-mail tanpa harus menyimpan langsung di dalam memori ponsel. Sinkronisasi alamat, kalender, dan e-mail dari Microsoft Outlook dengan direct push technology dengan exchange server.

Sekalipun demikian, ponsel bersistem operasi Windows 6.0 ini juga sudah dilengkapi dengan memori flash internal sebenar 256 MB, selain masih ada slot untuk memori eksternal berupa microSD yang kapasitasnya bisa mencapai 2 GB. Dengan kedua jenis memori ini, ponsel bisa menyimpan hingga 1.000 lagu dan 10 jam video (MPEG4).

Kemampuan lain adalah instant messaging (IM), e-mail, blog atau bahkan Facebook, semua dapat diakses sambil menikmati musik, foto dan video favorit. Selain itu juga push e-mail, browsing internet dengan cepat, men-download musik dengan kecepatan tinggi, video streaming, dan casting. Pengguna bisa men-download sebuah lagu hanya dalam waktu enam detik tanpa komputer.

Sensor cahaya di depan dan belakang membuat pengaturan kekuatan cahaya pada LCD menjadi lebih akurat. Meski demikian, kenyamanan sedikit terpengaruh, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa mempergunakan Moto Q8 ataupun jenis ponsel BlackBerry, di mana Q9h mengganti roda navigasi pada posisi "kuping" kiri dengan tiga tombol, yaitu tombol atas, enter, dan bawah.

CrystalTalk

Sebagai perangkat yang lebih lebar daripada ponsel biasa membuat perusahaan ponsel itu juga melengkapi dengan sarana komunikasi suara yang praktis. Produk terbaru yang mengiringinya adalah headset Bluetooth H12, sebuah Bluetooth headset dengan speaker eksternal terkecil ini membuat pengguna tidak perlu merogoh ponsel ketika ada panggilan masuk.

Yang unik dari headset 12 gram yang nyaris tidak terasa ketika dikalungkan di telinga ini sudah dilengkapi dengan teknologi CrystalTalk. Dengan teknologi ini membuat pengguna dengan mudah bisa menerima suara dari pemanggilnya meski berada di sebuah tempat yang sangat ramai.

Dengan kemampuan menangkap sinyal Bluetooth dari PDA sejauh sekitar 10 meter, headset ini memiliki baterai isi ulang (tidak bisa diganti) yang bisa bertahan dalam keadaan siaga selama delapan hari atau sekitar 5,5 jam untuk bicara.

Aksesori lain adalah headset berteknologi stereo nirkabel Bluetooth (A2DP dan AVRCP). Dengan alat ini, pengguna dapat menikmati audio dan suara dengan kualitas premium melalui headset stereo Bluetooth dan menerima panggilan masuk pada saat yang bersamaan dengan hanya menekan satu tombol saja.

Sarana ini akan semakin menambah kenyamanan dalam menikmati hiburan, terutama musik-musik digital pada saat sedang menunggu. Ponsel ini mampu memperdengarkan musik digital dalam format AMR NB, AMR WB, MWA, MP3, AAC, AAC+, eAAC+, WAV, maupun MIDI. (AW SUBARKAH)

Sumber : KCM

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

December 6, 2007

LTE Siap Menggantikan Teknologi 3G

Oleh Lahyanto Nadie

Mobility World Congress 2007 yang berlangsung di Hong Kong 4-6 Desember merupakan salah satu event akhir tahun yang digelar oleh para pelaku bisnis telekomunikasi dunia. Atas undangan Alcatel-Lucent, Bisnis berkesempatan mengikuti kongres tersebut. Berikut laporannya.

Teknologi seluler terus berkembang menelurkan produk inovatif. Salah satunya adalah LTE (long term evolution) yang dapat melakukan download dan upload dari telepon seluler dengan kecepatan ratusan megabite per second.

"Ini merupakan evolusi lanjutan 3G dan disebut-sebut sebagai 4G," kata Dirk Wolter, VP Strategy and Business Development South Asia Alcatel-Lucent Asia Pacific.

LTE yang menjadi salah satu topik pembahasan dinilai akan menjadi produk unggulan masa depan.

LTE disiapkan untuk format jaringan seluler yang kekuatannya jauh melebihi dari pada yang sudah ada sekarang baik 3G, HSDPA (high speed downlink packet access) maupun HSUPA (high speed uplink packet access), karena mampu mengalirkan data hingga 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink.

Dengan kecepatan fantastis itu, beragam aplikasi bisa dinikmati lebih cepat dan real-time misalnya untuk game online.

"Begitu pun untuk aplikasi lainnya seperti video on demand," tegas Wolter.

Kehebatan jaringan LTE sempat dipamerkan dengan menjalankan game online dengan melibatkan banyak user. Respons dan tampilan gambarnya sangat smooth tanpa ada delay sama sekali.

Dalam perbincangan dengan Bisnis, Abdul Razaque Memon, Director Solution Marketing Application & Multi-core Division Alcatel-Lucent Asia Pacific, menjelaskan LTE sebenarnya sudah dipersiapkan oleh komisi standardisasi 3GPP (third generation partnerhip project) dan menjadi bagian dari spesifikasi 3GPP release 8.

Sejak dua tahun lalu, komisi ini bekerja dan menghasilkan LTE yang mengacu kepada EUTRA (evolved UMT Terestrial Radio Access). Secara teknis, LTE menawarkan perbaikan latency time untuk mengurangi waktu akses ke layanan dan respons jaringan.

"Dari sisi frekuensi, LTE merupakan kelanjutan dari HSPA sehingga tetap memakai frekuensi yang sama dengan UMTS/WCDMA dan membutuhkan bandwidth hingga 20 MHz," ujar Memon.

Komisi 3GPP juga tetap realistis dengan mempertimbangkan aspek komersial. Hampir seluruh operator yang berevolusi ke jaringan HSPA baik HSDPA/HSUPA akan menghabiskan dana investasi yang jauh lebih besar untuk biaya set up dan operasionalnya.

"Itulah sebabnya, berbagai proses seperti migrasi, coexisting, dan cooperation tetap memanfaatkan teknologi yang sudah ada seperti GSM/GPRS dan UMTS," lanjut Memon.

Guna mencapai kecepatan aliran data yang besar, 3GPP menggunakan model arsitektur dan metode transmisi baru untuk LTE.

Revolusi konten

Teknologi LTE tidak menggunakan basis akses WCDMA (wideband CDMA) seperti yang digunakan untuk jaringan 3G di operator GSM. Untuk downlink, LTE menggunakan OFDMA (orthogonal frequency division multiple access). OFDMA saat ini dikenal luas di Teknologi wiMAX dan DVD-T. Sementara itu, untuk uplink LTE mengacu pada teknologi SC-FDMA (single carrier frequency division multiple access) yang dinilai sama bagusnya dengan OFCDMA.

OFDMA menawarkan sistem transmisi data dengan mengefisienkan spektrum yang digunakan.

Mobility World Congress 2007 juga memperlihatkan pesatnya perkembangan pasar iklan melalui handphone yang diyakini akan booming dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama.

Begitu pula dengan perkembangan konten hiburan. Jika Anda melihat orang berkacamata tampak tertegun, tersenyum, tertawa hingga tertawa terbahak-bahak atau justru dengan raut wajah bersedih jangan salah menduga bahwa dia sakit ingatan.

Melalui kacamatanya boleh jadi dia tengah menikmati produk terbaru dari teknologi seluler berupa video atau televisi.

"Anda lihat sendiri kan? Betapa perkembangan produk teknologi seluler akan terus berkembang," kata Memon.

Yang jelas, aneka konten itu akan semakin nyaman dinikmati melalui jaringan LTE. Lalu bagaimana peluang pengembangan LTE di Indonesia? Di mata vendor, Indonesia merupakan pasar yang masih terbuka.

Alcatel, lanjut Memon, terus melakukan penetrasi pasar di Indonesia untuk meningkatkan broadband. Sebab, berdasarkan data November 2007, Indonesia masih tetap jauh tertinggal dalam penggunaan teknologi. Untuk Internet saja, katanya, baru 0,2% dari jumlah penduduk yang menggunakannya.

"Ke depan pasti akan lebih banyak orang yang menggunakan Internet dan itu pasar yang besar dalam industri telekomunikasi," katanya.

Sebagai perbandingan, penduduk India telah 'melek' Internet mencapai 2% dan China 10,5% serta Malaysia 11,5%. Saat ini negara yang penduduknya paling banyak menggunakan Internet adalah Korea yang mencapai 77,9%, disusul Hong Kong 76,3%, Singapura 74,15% dan Taiwan 62,6%.

Sementara itu, Australia telah mencapai 57,3%. "Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, kenaikan 1% saja akan meningkatkan pengguna Internet sangat signifikan dan itu pasar yang besar," kata Memon.

Begitu pun untuk produk lainnya pengguna 3G, Vendor jaringan dan telekomunikasi Alcatel-Lucent telah siap menggelar teknologi wireless masa depan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) di seluruh Indonesia. (lahyanto.nadie@bisnis.co.id)

Sumber : Bisnis Indonesia Online

Tags: , , ,
Permalink • Print • Comment